Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2026

Jejak Uang Di Balik Kejahatan Lingkungan

Gambar
Jejak Uang Di Balik Kejahatan Lingkungan Buku ini mengupas bagaimana kejahatan lingkungan dan berbagai tindak pidana lain yang dilakukan oleh korporasi pada akhirnya bermuara pada upaya memperoleh keuntungan finansial. Dalam perspektif kriminologi, kejahatan terhadap lingkungan hidup digolongkan sebagai bentuk kejahatan korporasi (corporate crime). Korporasi sebagai entitas bisnis pada dasarnya berorientasi pada pencapaian laba setinggitingginya dengan biaya sekecil-kecilnya, bahkan jika perlu dengan mengabaikan hukum. Pelanggaran hukum yang melatari kejahatan korporasi mencakup spektrum yang luas, mulai dari penyuapan, pemalsuan dokumen, pencucian uang, manipulasi data, hingga upaya memengaruhi pejabat atau birokrat untuk memperoleh fasilitas ilegal—yang merupakan salah satu bentuk state-captured corruption. Selama ini, penanggulangan kejahatan lingkungan hidup cenderung hanya mengandalkan pendekatan hukum semata, tanpa pernah secara sungguh-sungguh memahami realitas sosial-budaya, so...

Menjaga Turats, Menyapa Zaman

Gambar
Menjaga Turats, Menyapa Zaman: Pesantren Progresif Maqnaul Ulum dalam Pemikiran KH. Ahmad Nahrawi Buku Menjaga Turats, Menyapa Zaman: Pesantren Progresif Maqna’ul Ulum dalam Pemikiran KH. Ahmad Nahrawi merupakan karya yang penting dan relevan dalam diskursus pendidikan Islam kontemporer, khususnya dalam konteks pengembangan studi pesantren di Indonesia. Buku ini hadir tidak sekadar sebagai dokumentasi historis sebuah lembaga pendidikan Islam, melainkan sebagai refleksi intelektual mengenai bagaimana pesantren mampu mempertahankan kesinambungan tradisi (continuity) sekaligus merespons perubahan sosial dan modernitas (change) secara kreatif dan bertanggung jawab. Dalam kajian pendidikan Islam, pesantren telah lama dipahami sebagai institusi indigenous yang memiliki karakter khas dalam membentuk tradisi keilmuan, moralitas, dan spiritualitas masyarakat Muslim Nusantara (Dhofier, 2011). Keberadaan pesantren bukan hanya sebagai pusat transmisi ilmu-ilmu keislaman klasik (tafaqquh fī al-dīn...

Pesantren dan Spirit Kebangsaan

Gambar
Pesantren dan Spirit Kebangsaan: Membaca Kepemimpinan Kh. Mahrus Muhith Nahrawi dalam Menanamkan Cinta Tanah Air Pesantren mungkin tidak selalu hadir dalam gemerlap modernitas. Bangunannya sering tampak sederhana. Suara para santri mengaji terdengar pelan di antara sunyi malam desa-desa Nusantara. Kehidupannya jauh dari hiruk-pikuk perebutan kekuasaan dan sorotan media sosial. Tetapi justru dari ruang-ruang sederhana itulah nilai-nilai tentang keimanan, kemanusiaan, kesederhanaan, dan cinta tanah air diwariskan secara perlahan dari generasi ke generasi. Buku ini lahir dari kegelisahan sekaligus harapan. Kegelisahan karena kami melihat perubahan zaman bergerak sangat cepat. Revolusi digital telah mengubah cara manusia berpikir, berinteraksi, bahkan memaknai kehidupan. Generasi muda hidup di tengah arus informasi tanpa batas, tetapi sering kehilangan kedalaman refleksi dan akar identitasnya sendiri. Nasionalisme perlahan berubah menjadi simbol formal yang kadang kehilangan makna substant...